Home Sejarah Desa Pusakasari
Sejarah Desa Pusakasari
Selasa, 06 Agustus 2026 11:15:27
Mang Dhasep

Desa Pusakasari merupakan Desa pemekaran dari Desa Buniseuri. Desa Buniseuri yang terdiri dari 18 Kampung merupakan desa yang terluas dan paling banyak penduduknya diwilayah Kecamatan Cipaku, pada tahun 1980 terjadi pemekaran Desa, Desa tersebut dibagi menjadi 4 Desa yaitu Desa Buniseuri 5 Dusun, Desa Mekarsari 4 Dusun, Desa Muktisari 5 Dusun, dan Desa Pusakasari 4 Dusun, tapi untuk Desa Pusakasari pemekarannya ditunda karena berbagai pertimbangan dan politik saat itu, berkat perjuangan tokoh masyarakat maka pada tanggal 18 agustus 1982 resmilah Desa Pusakasari memisahkan diri dari Desa Buniseuri dan berkantor sementara di rumah penduduk yaitu Rumahnya  Anda/Eha di blok Puncak Asih Urug,

Bertitik tolak dari situlah maka para tokoh sepakat memberi nama Pusakasari, Pusaka artinya warisan jaman dulu sedangkan Sari berarti Pemecahan dari Buniseuri. Berdirinya Desa Pusakasari tidak semulus yang dibayangkan, melalui usaha dan perjuangan yang panjang serta penuh liku – liku karena berbagai hambatan diantaranya :

  1. Letak geografis, menurut luas daerah masih bisa bergabung dengan Desa Buniseuri.
  2. Topografi, Desa Pusakasari yang berada dilereng bukit dengan ketinggian antara 450-600 mdpl (di atas permukaan laut) dengan kemiringan antara 15 – 45 derajat dialiri oleh Sungai Ciwadori yang airnya digunakan oleh masyarakat Desa Pusakasari dan Desa
  3. Aspek hidrologi suatu wilayah Desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan  pengaturan tata air wilayah Desa.
  4. Sosial kultur, sosial budaya kedua desa tidak berbeda.

Dari dasar pemikiran itu menurut para tokoh Desa Buniseuri  bahwa Pusakasari belum saatnya untuk terpisah dari desa induk, namun perjuangan para tokoh yang ingin menorehkan sejarah untuk berdirinya desa yang mandiri, tidak terhenti sampai disitu saja, usaha demi usaha dilakukan, pada saat itu kebetulan yang menjabat sebagai ketua LKMD merupakan orang Pribumi asli Desa Pusakasari yaitu Bapak Udin Nita Somantri, beliau mengumpulkan tokoh–tokoh pendiri Pusakasari yang akhirnya  menghasilkan  terbentuknya Desa Puskasari menjadi desa yang mandiri.

Hal- hal yang menjadi pertimbangan bagi Panitia  diantaranya :

  1. Wilayah Pusakasari sangat potensial karena didaerah tersebut selain tanahnya sangat subur nyaris tidak ada yang disebut lahan tidur.
  2. Kekayaan, Untuk berdirinya daerah Pusakasari tanah lungguh tidak usah mencari ketempat lain karena untuk kepala Desa dan perangkatnya sudah tercukupi oleh kekayaan Desa Buniseuri yang ada di wilayah Pusakasari.
  3. Masyarakat yang tergabung ke calon Desa Pusakasari kultur budayanya sama.

Dari cacatan sejarah Desa Pusakasari itu mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat Desa Pusakasari khususnya, umumnya bagi masyarakat eks wilayah Desa Buniseuri. Hal ini dapat di buktikan bahwa di Pusakasari tepatnya di Dusun Urug pernah jadi Ibu Kota Desa Buniseuri bahkan pada waktu agresi belanda ke II sekitar tahun 1948 maupun jaman DI TII banyak dokumen negara disimpan di Dusun Urug karena masyarakat Urug terkenal dengan kuatnya menyimpan rahasia. Pada jaman agresi belanda ke II situasi keamanan negara khususnya di Kecamatan Cipaku sangat tidak menentu, hal ini kita maklumi bersama, bersamaaan dengan hijrahnya pasukan Siliwangi dari Jogjakarta ke Bandung, desa Buniseuri menjadi pusat perhatian baik dari pasukan Belanda maupun BKR (Badan Keamanan Rakyat) yang sekarang berubah nama menjadi TNI. Menurut beberapa sumber di Pusakasari ini ada puluhan Peleton yang disimpan atau ditugaskan menjaga wilayah dari keganasan Belanda atas dasar arahan dari kolonel Nasuhi dibantu oleh Kolonel Ibing Kalyubi dan Abdurrahman yang disampaikan kepada tokoh masyarakat diantaranya kepada: H Adnan, Said Wirapraja, Kartadinata (Mama Lapang), Wira sutisna, dan dari birokrasi Kuwu Alkias, Camat Memed, Upas Tamhudi, Juga dari pemuda diwakili oleh Sdr Udin Nita Somantri, beliau menyampaikan amanat seperti dibawah ini :

  • Amankan Dokumen Negara
  • Amankan barang – barang Negara
  • Lindungi Rakyat

Sejarah membuktikan para penerima amanat sepakat untuk mengamankan dokumen dan barang milik pemerintah untuk disimpan di kampung Urug yang tadinya ada yang mengusulkan di daerah Cijoho (di rumah Rurah Jaya) dan Nangewer (di rumah ajengan Daman). Maka untuk barang disimpan dirumah Rurah Sulaeman dan untuk dokumen di rumah  Udin Nita Somantri seijin Kuwu Suhardja yang selanjutnya disimpan di rumah Malhawi suami dari Eyang Rani diblok Cibeletong/Pangsiraman Urug kidul, terus kerumah Nini Atimah dan terakhir di rumah Ajengan Badri di daerah Pasir Sireum, namun pada tahun 1948 dokumen tersebut di ketahui oleh Belanda dan rumah ajengan Badri pun habis dibakar.

 

Tokoh Pendiri Desa Pusakasari :

  1. Udin Nita Somantri Ketua LKMD Desa Buniseuri saat itu.
  2. Nurjamil Ketua MUI Desa Buniseuri saat itu.
  3. Said Wirapraja Tokoh Masyarakat
  4. Adang Kuswanda Tokoh Masyarakat
  5. Idi Adtari Tokoh Masyarakat
  6. Dasuki Tokoh Masyarakat
  7. Eeng Rahmat Tokoh masyarakat
  8. Kurdi Juru tulis Desa
  9. Oban Kusnadi Tokoh Masyarakat
  10. SyamsudinTokoh Masyarakat
  11. Suherlan Tokoh masyarakat
  12. Muksin Arifin Tokoh Masyarakat
  13. Maosul Tokoh Masyarakat
  14. R. Sadili Tokoh Masyarakat
  15. S. Effendi Tokoh Masyarakat
  16. Suha Jawianta Tokoh Masyarakat
  17. Rurah Asnapi Tokoh Masyarakat

 

Kepala Desa Pusakasari dari masa ke masa

Dari tanggal 18 Agustus 1982:

  1. Kapten M. Herman Permana Tahun 1982 d Tahun 1987
  2. Eeng Rahmat Tahun 1987 s.d Tahun 1998
  3. Agus Suparman tahun 1998 d Tahun 2002
  4. A Sukiman Tahun. 2002 d Tahun 2003 (Penjabat Sementara)
  5. H. Dede Syarif Nurdin Tahun 2003 d Tahun 2008
  6. Dede Syarif Nurdin Tahun 2008 d Tahun 2009 (Penjabat Sementara)
  7. Dede Syarif Nurdin Tahun 2009 s.d Tahun 2013 (Meninggal bulan september 2013)
  8. Agus Gunawan Tahun 2013 s.d Tahun 2014 (Penjabat Sementara)
  9. Inding Supriadi, AMd Tahun 2014 s.d Tahun 2015 (Penjabat Sementara)
  10. Inding Supriadi, AMd Tahun 2015 s.d april 2016 (Penjabat Sementara)
  11. Nanang Suryadin, S.Ag Tahun 2016 s.d Tahun 2022
  12. Nanang Suryadin, S.Ag Tahun 2022 s.d sekarang
Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
CAPTCHA Image
APBDes 2026

Data belum diinput

APBDes 2025

Data belum diinput

Realisasi APBDes 2025

Data belum diinput